14 Tahun Keistimewaan DIY: Pamong Kelor Merawat Tradisi lewat Busana Kejawen
ANASTASIA SUSIANA MUSTIKAJATI 31 Agustus 2026 09:42:50 WIB
KELOR, KARANGMOJO – Memperingati 14 tahun disahkannya Undang-Undang Keistimewaan DIY, jajaran Pamong Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo tampil beda. Seluruh aparatur pemerintahan desa kompak menanggalkan seragam dinas harian dan menggantinya dengan pakaian adat Jawa lengkap (busana kejawen) saat bertugas di kompleks Balai Kalurahan.Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi formalitas seremonial tahunan. Penggunaan busana adat berupa lurik, kain jarik, blangkon, dan kebaya klasik ini merupakan manifestasi nyata dari upaya merawat tradisi dan menjaga jati diri kebudayaan Mataram di level akar rumput. Momentum dua windu keistimewaan ini menjadi refleksi penting bagi Pemerintah Kalurahan Kelor.
Refleksi ini bertujuan untuk menyelaraskan pelayanan publik dengan semangat filosofis keistimewaan: mewujudkan pemerintahan yang bersih dan dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong kesejahteraan warga desa melalui optimalisasi potensi lokal dan pemanfaatan Dana Keistimewaan yang tepat sasaran.Melalui keserasian pakaian adat yang dikenakan, jajaran Pamong Kalurahan Kelor menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan desa yang berkarakter budaya, demi mewujudkan masyarakat yang makmur dan bermartabat.
Di balik kemeriahan tersebut, terdapat gaung slogan mendalam: "Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad"—sebuah trilogi filosofis yang kini menjadi arah baru pembangunan berbasis kebudayaan, termasuk di level terbawah seperti Pemerintah Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo. Jika dikupas dari kacamata jurnalistik, slogan ini bukan pemanis pidato, melainkan manifesto kesejahteraan yang terstruktur.
- Pertama, Mulya (Mulyaning Manah) menjadi fondasi spiritual yang menuntut adanya keluhuran budi, transparansi, dan bersihnya hati para pemangku kebijakan publik dalam melayani masyarakat.
- Kedua, Mukti (Mukti ing Bumi) menjadi target indikator ekonomi yang riil. Di tingkat kalurahan, mukti diterjemahkan sebagai kemakmuran kolektif—bagaimana Dana Keistimewaan (Danais) mampu menyentuh kantong-kantong kemiskinan, menghidupkan UMKM, dan memastikan kedaulatan pangan warga lokal di tanah mereka sendiri.
- Ketiga, Wibawa (Wibawaning Jagad) merupakan buah dari keberhasilan dua poin sebelumnya.
Ketika tata kelola pemerintahannya bersih (mulya) dan rakyatnya sejahtera (mukti), maka marwah serta eksistensi Yogyakarta secara otomatis akan disegani di kancah nasional maupun internasional (wibawa).Langkah konkret ini terlihat jelas saat jajaran Pamong Kalurahan Kelor berdiri kompak di bawah tiang pendopo dengan balutan busana peranakan dan lurik klasik. Pakaian adat tersebut bukan sekadar kostum hari ini; ia adalah pengingat visual bahwa birokrasi modern di Jogja memikul mandat budaya yang besar.Tantangan ke depan bagi jajaran aparatur desa adalah mentransformasikan gaung slogan "Mukti, Mulya, Wibawa" dari lembar baliho menjadi kebijakan publik yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Peringatan 14 tahun ini menjadi momentum krusial untuk membuktikan bahwa keistimewaan Jogja benar-benar hidup dan menghidupi, dimulai dari akar rumput kalurahan. (Tim Redaksi)
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Rancang Arah Pembangunan 2027, Kalurahan Kelor Gelar MusrenbangKal Penyusunan RKPKal
- 14 Tahun Keistimewaan DIY: Pamong Kelor Merawat Tradisi lewat Busana Kejawen
- Kalurahan Kelor Ikuti Sosialisasi Budidaya Ternak
- KOORDINASI DAN EVALUASI BANTUAN DKP GUNUNGKIDUL
- Tingkatkan Sanitasi Lingkungan, DPUPRKP GK Gelar Sosialisasi Pembangunan Tangki Septik Individu
- REGESTER PERKAL 2025
- Tahapan Krusial PILUR 2026: Panitia Kalurahan Kelor Resmi Tetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT)
Komentar Terkini
-
sujito
Mantap...kita tingkatkan lagi....baca selengkapnya
25 Oktober 2017 22:14:13 WIB -
Minul umumkelor
Terus membangun dengan pemberdayaan masyarakat unt...baca selengkapnya
25 Mei 2016 20:43:25 WIB
Fanspage Desa Kelor
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












