PETANI DAN COVID-19 DI REPUBLIK INDONESIA
12 Agustus 2021 13:20:30 WIB
Alifia Nur Ayusma
Fakultas Pertanian
Tim KKN-PPM UGM Karangmojo 2021
Negara kita, Indonesia merupakan salah satu negara agraris dan mejadikan pertanian sebagai salah satu faktor utama berkembangnya negara ini. Sehingga, dari segi pertanian juga perlu adanya peningkatan kualitas dan penguatan pondasi. Aneka produk pertanian bisa dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Dengan produk pertanian tersebut, petani dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan orang lain. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, ketika masyarakat tidak dapat kemana-mana. Petani datang dan siap melayani masyarakat terkait pemenuhan bahan pangan.
Petani dituntut sehat dalam pemenuhan bahan pangan di masyarakat. Dengan petani yang sehat maka akan dihasilkan bahan pangan yang berkualitas. Akan tetapi secara tidak disadari, petani dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sudah dikatakan sehat karena petani selalu menjalankan aktivitas fisik, berjemur setiap hari, dan bahkan dalam aktivitasnya selalu memakai masker sebagai salah satu alat pelindung. Hal ini selaras dengan aturan pemerintah terkait wabah Covid-19 yang terjadi saat ini. Aturan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebernarnya sejak dahulu sudah diterapkan oleh petani sehingga tidak terlalu berpengaruh.
Dilansir pada [1] Asia Pacific Foundation of Canada tentang Implikasi Pandemi Covid-19 pada Pertanian, menjelaskan bahwa kemungkinan konsumsi biji-bijian pokok akan meningkat dan konsumsi daging, produk susu serta hortikultura akan menurun sebagai akibat dari guncangan sisi permintaan yang disebabkan oleh pandemi ini. Oleh karena itu, petani harus siap dengan keadaan apapun dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat. Petani yang sehat selam masa pandemi Covid-19 juga sangat diutamakan selain tenaga kesehatan. Karena petani juga merupakan garda terdepan, terlebih dalam segi pemenuhan bahan pangan. Sehingga dapat dikatakan bahwa petani sebagai ujung tombak dan penopang kehidupan masayarakat selama masa pandemi Covid-19.
Referensi:
[1] Asia Pacific Foundation of Canada, 2021. COVID-19 Pandemic Implications on Agriculture and Food Consumption, Production and Trade in ASEAN Member States. < https://asean.org/storage/COVID-19-Pandemic-Implications-on-Agriculture-and-Food-Consumption-Final.pdf>. Diakses 17 Juli 2021.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pemerintah Kalurahan Kelor Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026
- Kalurahan Kelor Kirim Dua Kelompok Ikuti Lomba Toklek di Mijahan Semanu
- Pemerintah Kalurahan Kelor Peringati Hari Buruh Internasional 2026
- Pemkal Kelor Apresiasi Purna Bakti Kadis DPMKP2KB
- Rakor Serapan APBKal 2026, 9 Kalurahan di Kapanewon Karangmojo Ikuti Penguatan Pengelolaan Anggaran
- Semarak Hari Kartini, PKK Kalurahan Kelor Gelar Lomba Penuh Kreativitas
- Lurah se-DIY Ikuti Penguatan Pengelolaan Dana Kalurahan Transparan dan Akuntabel
Komentar Terkini
-
sujito
Mantap...kita tingkatkan lagi....baca selengkapnya
25 Oktober 2017 22:14:13 WIB -
Minul umumkelor
Terus membangun dengan pemberdayaan masyarakat unt...baca selengkapnya
25 Mei 2016 20:43:25 WIB
Fanspage Desa Kelor
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |








